5 Tempat Miqat: Titik Penting Memulai Ihram untuk Haji dan Umroh

Dafa Nur

ini tempat miqat

Bagi jamaah haji dan umrah, salah satu langkah penting sebelum memasuki Makkah adalah mengambil niat dan mengenakan ihram di tempat yang telah ditentukan, yang dikenal sebagai miqat.

Miqat adalah batas lokasi atau waktu di mana seseorang harus memulai ihram—kondisi kesucian yang menandai dimulainya ibadah haji atau umrah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas 5 tempat miqat yang disyariatkan dalam Islam, sehingga Anda bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum melaksanakan ibadah haji atau umrah.

1. Dzul Hulaifah (Bir Ali)

Dzul Hulaifah, atau yang lebih dikenal dengan nama Bir Ali, adalah miqat terjauh dari Makkah dan merupakan tempat miqat bagi jamaah yang berasal dari Madinah.

Tempat ini sangat familiar bagi jamaah haji dan umrah yang memulai perjalanan dari kota Nabi Muhammad SAW. Jaraknya sekitar 450 km dari Makkah, dan jamaah yang berada di Madinah biasanya singgah di sini untuk mengambil niat ihram sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Daftar Perlengkapan Umroh untuk Wanita yang Harus Dibawa

Bir Ali juga memiliki fasilitas lengkap seperti tempat wudhu, masjid, dan kamar mandi, sehingga jamaah bisa mempersiapkan diri dengan baik.

Lokasi: Dekat Madinah, sekitar 450 km dari Makkah.

2. Al-Juhfah

Al-Juhfah adalah miqat bagi jamaah yang datang dari arah Mesir, Suriah, Afrika Utara, dan negara-negara di wilayah barat daya Jazirah Arab.

Namun, jamaah saat ini lebih sering menggunakan sebuah desa bernama Rabigh, yang terletak dekat dengan Al-Juhfah, karena lokasi asli Al-Juhfah sudah tidak digunakan lagi.

Bagi Anda yang datang dari arah tersebut, sangat penting untuk mengenakan ihram sebelum melewati Al-Juhfah atau Rabigh. Miqat ini berjarak sekitar 187 km dari Makkah.

Lokasi: Dekat Rabigh, sekitar 187 km dari Makkah.

3. Qarnul Manazil (As-Sail Al-Kabir)

Qarnul Manazil, yang juga dikenal sebagai As-Sail Al-Kabir, adalah tempat miqat yang disyariatkan bagi jamaah yang datang dari Najd atau wilayah tengah Arab Saudi.

Miqat ini juga digunakan oleh jamaah haji dan umrah yang datang dari negara Teluk seperti Uni Emirat Arab dan Qatar.

Jarak Qarnul Manazil dari Makkah sekitar 94 km, dan ini adalah salah satu tempat miqat yang sering digunakan oleh jamaah karena lokasinya strategis bagi mereka yang masuk Makkah dari wilayah timur.

Lokasi: Sekitar 94 km di timur Makkah.

4. Yalamlam

Yalamlam adalah miqat bagi jamaah yang datang dari arah Yaman atau negara-negara selatan lainnya, termasuk yang datang melalui jalur laut dari kawasan Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan Bangladesh.

Baca Juga: Panduan Umroh Ramadhan 2025: Persiapan dan Tips

Yalamlam berjarak sekitar 92 km dari Makkah, dan menjadi salah satu tempat miqat yang penting bagi mereka yang tiba melalui jalur laut atau yang masuk ke Arab Saudi dari selatan. Saat ini, banyak jamaah yang melakukan ihram di wilayah pesisir yang dekat dengan Yalamlam.

Lokasi: Sekitar 92 km di selatan Makkah.

5. Dzat Irq

Dzat Irq adalah tempat miqat bagi jamaah yang datang dari arah Iraq atau negara-negara di sebelah timur laut Arab Saudi seperti Iran.

Miqat ini terletak di sebelah timur laut Makkah dengan jarak sekitar 94 km.

Dzat Irq jarang digunakan oleh jamaah karena mayoritas jamaah yang datang dari arah timur laut sekarang tiba melalui jalur udara dan akan mengenakan ihram di pesawat sebelum memasuki zona miqat.

Lokasi: Sekitar 94 km di timur laut Makkah.

Kapan Harus Mengenakan Ihram?

Miqat merupakan batas yang ditetapkan di mana jamaah harus mengenakan ihram sebelum melewatinya jika ingin melaksanakan haji atau umrah.

Jika seseorang melewati tempat miqat tanpa mengenakan ihram, ia diharuskan untuk kembali ke tempat miqat tersebut, atau membayar dam (denda) jika tidak bisa kembali.

Bagi jamaah yang datang melalui jalur udara, mereka biasanya mengenakan ihram di pesawat sebelum melintasi salah satu lokasi miqat di atas.

Maskapai penerbangan yang membawa jamaah haji dan umrah akan mengumumkan saat pesawat mendekati miqat, sehingga jamaah bisa memulai niat dan mengenakan ihram.

Persiapan Sebelum Ihram

Sebelum memasuki kondisi ihram, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh jamaah:

  1. Mandi sunnah ihram: Disunnahkan untuk mandi sebelum mengenakan ihram sebagai tanda kesucian dan persiapan untuk ibadah.
  2. Memakai pakaian ihram: Jamaah pria harus mengenakan dua lembar kain putih (tanpa jahitan), sedangkan jamaah wanita boleh mengenakan pakaian yang sederhana dan longgar yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
  3. Mengambil niat ihram: Di tempat miqat, jamaah mengucapkan niat untuk memulai ihram dengan mengucapkan “Labbaik Allahumma ‘Umrah” atau “Labbaik Allahumma Hajjan” sesuai dengan jenis ibadah yang akan dilakukan.

Kesimpulan

Miqat adalah batas penting yang harus dilewati oleh setiap jamaah haji dan umrah dengan mengenakan ihram dan berniat untuk memulai ibadah.

Ada 5 tempat miqat yang disyariatkan dalam Islam: Dzul Hulaifah (Bir Ali), Al-Juhfah, Qarnul Manazil (As-Sail Al-Kabir), Yalamlam, dan Dzat Irq.

Masing-masing miqat melayani jamaah yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Bagi Anda yang berencana melaksanakan haji atau umrah, pastikan Anda mengetahui lokasi miqat yang sesuai dengan rute perjalanan Anda, dan persiapkan diri dengan baik sebelum memulai ibadah di tempat-tempat miqat tersebut.

Bagikan:

Dafa Nur

Islamic Content Enthusiast

3 thoughts on “5 Tempat Miqat: Titik Penting Memulai Ihram untuk Haji dan Umroh”

  1. Pingback: Kisah Azab Kaum Nabi Luth dan Hukuman dari Allah
  2. Pingback: 2 Mukjizat Nabi Daud: Menguasai Besi dan Menundukkan Gunung
  3. Pingback: Kaum Sodom dalam Al-Qur'an: Tanda-tanda Kebangkitan dan Kehancuran

Leave a Comment